search

Rabu, 16 Maret 2011

II. STRATEGI PEMBANGUNAN

1. STRATEGI PERTUMBUHAN EKONOMI

A. Faktor Utama Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi :

1.Akumulasi modal, yang meliputi semua bentuk atau jenis investasi baru yang ditanamkan pada tanah, peralatan fisik, dan modal atau sumber daya manusia.
2.Pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja
3.Kemajuan teknologi.

1.Akumulasi Modal
Akumulasi modal (capital accumulation) terjadi apabila sebagian dari pendapatan ditabung dan diinvestasikan kembali dengan tujuan memperbesar output dan pendapatan di kemudian hari. Pengadaan pabrik baru, mesin-mesin, peralatan dan bahan baku dalam rangka meningkatkan stok modal (capital stock) secara fisik memungkinkan akan terjadinya peningkatan output di masa-masa mendatang.

Investasi produktif yang bersifat langsung tersebut harus dilengkapi dengan berbagai investasi penunjang yang disebut investasi “infrastruktur” ekonomi dan sosial. Contoh: pembangunan jalan-jalan raya, penyediaan listrik, persediaan air bersih dan perbaikan sanitasi, pembangunan fasilitas komunikasi, peningkatan kualitas SDM, dsb, yang kesemuanya itu mutlak dibutuhkan dalam rangka menunjang dan mengintegrasikan segenap aktivitas ekonomi produktif.

Contoh investasi yang dilakukan oleh seorang petani sayuran berupa pembelian sebuah traktor baru pasti dapat meningkatkan produksi sayurannya. Tetapi tanpa fasilitas transportasi (jalan dan/atau kendaraan) yang memadai guna mengangkut tambahan produksi tersebut ke pasaran, maka investasi sang petani tersebut tidak akan banyak menambah produksi pangan nasional

2.Pertumbuhan Penduduk dan Angkatan Kerja
Pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan angkatan kerja secara tradisional dianggap sebagai salah satu faktor positif yang memacu pertumbuhan ekonomi. Jumlah tenaga kerja yang lebih besar berarti akan menambah jumlah tenaga produktif, sedangkan pertumbuhan penduduk yang lebih besar berarti ukuran pasar domestiknya lebih besar.

Positif atau negatifnya pertambahan penduduk bagi upaya pembangunan ekonomi sepenuhnya tergantung pada kemampuan sistem perekonomian yang bersangkutan untuk menyerap dan secara produktif memanfaatkan tambahan tenaga kerja tersebut. Kemampuan itu dipengaruhi oleh tingkat dan jenis akumulasi modal dan tersedianya input atau faktor-faktor penunjang, seperti kecakapan manajerial dan administrasi.

3.Kemajuan Teknologi

Kemajuan teknologi terbagi diantaranya menjadi 5 macam, yaitu :

a) Kemajuan teknologi yang bersifat netral (neutral technological progress)
Terjadi apabila teknologi tersebut memungkinkan kita mencapai tingkat produksi yang lebih tinggi dengan menggunakan jumlah dan kombinasi faktor input yang sama. Contoh: pengelompokan tenaga kerja (semacam spesialisasi) yang dapat mendorong peningkatan output dan kenaikan konsumsi masyarakat. Ditinjau dari sudut analisis kemungkinan produksi, perubahan teknologi yang netral, yang dapat melipatgandakan output, secara konseptual, sama saja artinya teknologi yang mampu melipatgandakan semua input produktif

b) Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (labor saving technological progress)
Penggunaan teknologi tersebut memungkinkan kita memperoleh output yang lebih tinggi dari jumlah input tenaga kerja yang sama. Penggunaan komputer elektronik, mesin tekstil otomatis, bor listrik berkecepatan tinggi, traktor dan mesin pembajak tanah, dan banyak lagi jenis mesin serta peralatan modern lainnya, Sebagian besar kemajuan teknologi pada abad kedua puluh adalah teknologi yang hemat tenaga kerja. Jumlah pekerja yang dibutuhkan dalam berbagai kegiatan produksi mulai dari pengemasan kacang sampai dengan pembuatan sepeda dan jembatan, semakin sedikit

c) Kemajuan teknologi yang hemat modal (capital-saving technological progress)
Di negara-negara Dunia Ketiga yang berlimpah tenaga kerja tetapi langka modal, kemajuan teknologi hemat modal merupakan sesuatu yang paling diperlukan. Kemajuan teknologi ini akan menghasilkan metode produksi padat karya yang lebih efisien (yakni, yang memerlukan biaya lebih rendah), misalnya mesin pemotong rumput berputar atau mesin pengayak dengan tenaga tangan, pompa penghembus dengan tenaga kaki dan penyemprot mekanis di atas punggung untuk pertanian skala kecil.
Pengembangan teknik produksi di negara-negara berkembang yang murah, efisien dan padat karya (hemat modal) -atau teknologi tepat guna- merupakan salah satu unsur terpenting dalam strategi pembangunan jangka panjang yang berorientasi pada perluasan penyediaan lapangan kerja

d) Kemajuan teknologi yang meningkatkan pekerja (labor-augmenting technological progress)
Terjadi apabila penerapan teknologi tersebut mampu meningkatkan mutu atau keterampilan angkatan kerja secara umum. Misalnya, dengan menggunakan LCD, televisi, dan media komunikasi elektronik lainnya di dalam kelas, proses belajar bisa lebih lancar sehingga tingkat penyerapan bahan pelajaran juga menjadi lebih baik
Definisi pertumbuhan ekonomi (economic growth) suatu negara menurut Prof. Simon Kuznets
“Pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan kapasitas dalam jangka panjang dari negara yang bersangkutan untuk menyediakan berbagai barang ekonomi kepada penduduknya. Kenaikan kapasitas itu sendiri ditentukan atau dimungkinkan oleh adanya kemajuan atau penyesuaian teknologi, institusional (kelembagaan), dan ideologis terhadap berbagai tuntutan keadaan yang ada

Ciri proses pertumbuhan ekonomi Profesor Kuznets :
1.Tingkat pertumbuhan output per kapita dan pertumbuhan penduduk yang tinggi.
2.Tingkat kenaikan total produktivitas faktor yang tinggi.
3.Tingkat transformasi struktural ekonomi yang tinggi.
4.Tingkat transformasi sosial dan ideologi yang tinggi.
5.Adanya kecenderungan negara-negara yang mulai atau yang sudah maju perekonomiannya untuk berusaha merambah bagian-bagian dunia lainnya sebagai daerah pemasaran dan sumber bahan baku yang baru.
6.Terbatasnya penyebaran pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai sekitar sepertiga bagian penduduk dunia

SUMBER :
http://haris84.wordpress.com/2009/12/06/strategi-pertumbuhan-dan-pembangunan-ekonomi/


2. DAMPAK REPELITA TERHADAP PEREKONOMIAN

Di dalam garis-garis besar haluan Negara (GBHN) dinyatakan bahwa sasaran utama pembangunan jangka panjang adalah terciptanya landasan yang kuat bagi bangsa Indonesia untuk tumbuh dan berkembang atas kekuatannya sendiri menuju masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Titik berat dalam pembangunan jangka panjang adalah pem bangunan bidang ekonomi dengan sasaran utama mencapai keseimbangan antara bidang pertanian dan industri, serta terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat.

Untuk pencapaian tujuan pembangunan jangka panjang ini, pelaksanaannya di bagi-bagi dalam pembangunan jangka menengah yang disebut dengan rencana pembangunan lima tahun (Repelita) pelaksanaan Pelita tersebut di mulai sejak tahun 1969, sehingga samapai pada saat sekarang ini Indonesia berada dalam periode Repelita IV.

Titik berat dari Repelita itu sendiri disesuaikan dengan usaha pencapaian tujuan pembangunan jangka panjang, yang setahap demi setahap demi setahap dilaksanakan sesuai dengan situasi dan kondisi bangsa Indonesia.

Adapun titik berat dari masing-masing Repelita tersebut adalah :
- Repelita I :pembangunan sector pertanian dan industri yang mendukung sektor pertanian dan industri yang mendukung sektor pertanian.
- Repelita II:pembangunan sektor pertanian dengan meningkatkan industri dengan meningkatkan industri yang mengelola bahan mentah menjadi bahan baku.
- Repelita III:pembangunan sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang mengelola bahan baku menjadi barang jadi.
- Repelita IV:sektor pertanian untuk melanjutkan usaha-usaha menuju swasembada pangan dengan meningkatkana industri yang dapat menghasilkan mesin-mesin industri sendiri, baik industri berat maupun industri ringan yang akan terus dikembangkan di dalam Repelita-repelita selanjutnya.

Berdasarkan tujuan pembangunan yang telah ditetapkan didalam GBHN, maka jelaslah bahwa bangsa Indonesia sedang menuju kepada suatu tahap industrialisasi yang diharapkan kelak akan meningkatkan kesejahteraan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan Negara Indonesia dari Negara yang sedang berkembang menjadi Negara maju. Pembangunan nsional yang sedang dilakukan sekarng ini pada dasarnya adalah usaha-usaha yang dijalankan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik materil maupun sprituil, dimana salah satu bentuk kegiatannya adalah pembangunan industri tadi.

Hal ini mengakibatkan daerah yang dulunya tidak mengenal industri sebagai lapangan kehidupan sekarang mempunyai kemungkinan untuk bertambah menjadi daerah industri. Pembangunan industri-industri dapat berlangsung dengan baik apabila didukung oleh beberapa factor. Oleh karena itu masyarakat setempat harus dibina dan dipersiapkan untuk kehadiran dan kelanjutan adanya suatu industri. Pembinaan dan dipersiapankan untuk kehadiran dan kelanjutan adanya suatu industri. Sedangkan dilain pihak industri dengan teknologinya, tergantung pada tanah sebagai produksi, pada dasarnya belum melahirkan lapangan kerja yang besar variasinya. Dilain pihak perangkat industri yang mendatangi masyarakat pertanian tersebut, selain membawa masyarakat pertanian tersebut, selain membawa teknologi industri juga menimbulkan masarakat majemuk dengan aneka ragam kebutuhan dan keahlian.

A. PERUBAHAN DALAM PENDIDIKAN (FORMAL DAN NON FORMAL)

a. Sebelum Masuknya Industri
Desa Peniti Segedong mempunyai sarana pendidikan cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat khususnya pada usia sekolah, yaitu telah mempunyai sarana pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar sampai sekolah lanjutan tingkat pertama.
Juga mengenai guru-guru yang mengajar tidak begitu menjadi maslah, karma desa Peniti Segedong ini letaknya tidak begitu jauh dari ibukota Provinsi, sehinnga untuk penempatan para guru-guru sekolah di desa tersebut tidak menjadi masalah. Secara umum di desa-desa atau daerah-daerah yang terpencil dari pusat kota atau ibukota, fasilitas-fasilitas yang menunjang biasanya sangat terbatas. Perumahan para guru-guru pun sulit di dapat atau terbatas.

b. Setelah Masuknya Industri
setelah masuknya industri secara umum tentang keadaan pendidikan formal maupun pendidikan non formal, tidak terlalu banyak mengalami perubahan. Namun yang nampak adanya perubahan dalam pendidikan formal, yaitu yang semakin meningkatnya jumlah anak¬-anak melanjutkan pendidikannya pada tingkat yang lebih tinggi dan tidak terbatas hanya pada anak perempuan. Hal ini disebabkan karena tingkat penghasilan orang tua semakin baik, akibat terbukanya lapangan kerja dengan berdirinya industri di desa mereka.

Di sisi lain pendidikan non formal juga mengalami sedikit perubahan yaitu pada pendidikan PKK. Ini sma halnya seperti yang terjadi pada pendidikan formal yaitu sebagai akibat atau pengaruh dari pada meningkatnya pendapatan di dalam lingkungan keluarga mereka.

B. PERUBAHAN DALAM KEHIDUPAN KELUARGA
Sebelum adanya industri sumber hidup dan penghidupan pendudukn desa peniti segedong adalah bertumpuh pada pekerjaan sebagai petani. Hasil yang di peroleh kadang-kadang tidak mencukupi kebutuhan hidup keluarga secara wajar. Hal ini memang sudah berlangsung dari generasi ke generasi dan merupakan dinamika kehidupan ekonomi yang tidak tetap perubahannya. Misalnya: Petani yang menyediakan sayur mayur kini kesulitan dalam mencari pupuk yang murah, padi menjadi kurang subur dan pasokan yang terbatas membuat harga beras melonjak. Ini adalah satu dari ribuan keluhan masyarakat di desa Peniti Segedong.

SUMBER :
http://whandi.net/perubahan-pola-kehidupan-masyarakat-akibat-pertumbuhan-industri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar